Sistematika Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar

Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang dibuat oleh kalangan akademisi untuk mengkaji suatu topik relevan yang diangkat oleh penulis, dilengkapi data yang akurat dan nyata dan tulisan tersebut dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Dalam kaidah ini terdapat sistematika penulisan karya ilmiah yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Pada dasarnya sistematika ini memiliki konsep yang sama untuk semua jenis karya ilmiah, namun memiliki poin yang sedikit berbeda saja.

Sistematika Penulisan Skipsi dan Laporan Praktek Kerja Lapangan

Untuk jenis karya tulis ilmiah ini, secara umum terbagi menjadi 3 bagian utama, berikut penjelasannya:

1. Bagian Awal

Bagian ini berisikan 12 lembar yang terdiri dari : sampul depan, lembar judul, lembar penjelasan, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar abstrak Bahasa Indonesia, lembar abstrak Bahasa Inggris, satu lembar kata pengantar, satu lembar daftar isi,satu lembar daftar tabel, satu lembar daftar gambar, dan satu lembar daftar lampiran.

Setiap lembar ini memiliki isi dan format yang berbeda-beda. Hal ini dapat anda sesuaikan dengan kaidah sistematika penulisan karya ilmiah yang berlaku di lembaga atau instansi tempat anda bekerja atau belajar.

2. Bagian Inti

Bagian inti terdiri dari lima komponen utama yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka, materi dan metode, hasil dan pembahasan serta kesimpulan dan saran.

Sistematika penulisan karya ilmiah pada bab pendahuluan terdiri dari empat komponen yaitu latar belakang, pendekatan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat, serta lokasi dan waktu penelitian. Keempat komponen ini disajikan dalam sub-sub judul yang terpisah. Latar belakang adalah pemikiran asli dari penulis didukung dengan pustaka.

Tinjauan pustaka dapat diambil dari jurnal, buku, maupun sumber secara langsung. Namun secara umum, daftar pustaka lebih besar presentasinya menggunakan jurnal. Penulisan pustaka dalam sebuah kalimat dan daftar pustaka berbeda. Hal ini harus diperhatikan baik-baik.

Kutipan atau pendapat seorang yang dikumukakan dalam teks harus didukung dengan mencantumkan nama dan tahun terbit artikel saja tidak termasuk judul, nomor, volume dll. Kutipan yang ditulis hendaknya hakekat isi naskah atau kalimat asli artikel.